Minggu, 27 Maret 2011

Biografi Rio Febrian

         Rio Febrian (lahir di Jakarta, 25 Februari 1981; umur 30 tahun) adalah pria berdarah Betawi dan Manado dengan profesi sebagai penyanyi. Rio berprofesi sebagai penyanyi pria dalam dunia musik tanah air dan telah mengeluarkan beberapa album serta meraih beberapa prestasi sejak masih remaja hingga sekarang ini. Ia juga telah menyelenggarakan tur konser di dalam dan luar negeri.





Biografi

            Sebelum terjun ke industri rekaman, Rio sering mengikuti lomba menyanyi. Kompetisi pertama diikutinya ketika ia masih berusia sembilan tahun, di Bogor. Di tahun 1990an Rio sering mengikuti dan menjuarai lomba-lomba tingkat nasional, diantaranya: Juara II Bahana Suara Pelajar 1994 dan Juara II Bintang Radio & Televisi 1997. Pada tahun 1999, Rio maju ke tingkat Asia dan berhasil menjadi juara I Grand Champion Asia Bagus 1999.

             Sebelum album solo perdananya beredar, pada tahun 2000 bersama Erra Fazira dari Malaysia, ia membawakan lagu lama karya Fariz RM, "Nada Kasih", lagu yang dipopulerkan oleh sang pencipta dan Neno Warisman. Seiring terkenalnya "Nada Kasih", Rio bergabung dengan Elfa's Choir. Bersama Elfa's Choir ia mengikuti kompetisi paduan suara internasional, yaitu Choir Olympic 2000 di Linz, Austria, dan meraih Juara I Male Ensemble dan Juara I Adult Choir.

              Album perdananya yang diberi judul sesuai dengan namanya sendiri Rio Febrian beredar pada tahun 2001, menelurkan hit single karya Yovie Widianto yang berjudul "Bukan Untukku” dan langsung akrab di telinga pencinta musik Indonesia.

             Pada pertengahan tahun 2004 album kedua Rio yang berjudul Ku Ada Disini diluncurkan, dan hit single yang berjudul sama dengan judul album ini langsung menyapa hangat telinga pencinta musik Indonesia. Di album ini ada tiga lagu yang merupakan buah karya penyanyi yang konsisten dangan musik melankolis ini, yaitu: "Rasa", "Cinta Kita" dan "Kasih".

             Bulan Desember 2006 Rio Febrian meluncurkan album ketiganya bertitel "Rio F3brian". Album ini dilaunching sesudah dilempar ke pasaran. Dalam album ini, Rio juga bertindak selaku produser. Selain itu Rio sendiri menciptakan 4 lagu dan kolaborasi dengan beberapa musisi seperti Aria Baron ex-personel grup band GiGi, Edo Kondologit, dan Jaclyn Victor pemenang Malaysian Idol dari Malaysia. Di album yang terinspirasi dari sosok wanita, ada beberapa lagu yang patut untuk dijagokan. Seperti single "Jenuh", "Wanita", "Palsu", dan "Terindah". Rio berduet bersama Jaclyn Victor dalam lagu "Ceritera Cinta" yang juga terdapat dalam album Jaclyn, Inilah Jac (2006).

Album